Jenis Akad Mudharabah

akad mudharabahSaat memulai usaha atau memulai usaha, modal berupa mata uang menjadi salah satu poin penting yang harus memiliki jumlah yang cukup. Jika pengelola usaha (mudharib) tidak memiliki dana untuk menjalankan usaha, solusinya adalah dengan menggunakan akad untuk memberikan proposal kerjasama kepada investor (shahibul maal).

Penduduk Indonesia yang mayoritas muslim tentunya menginginkan perusahaan yang halal atau perusahaan yang sesuai dengan syariat Islam. Termasuk dalam proses investasi. Harus adil bagi semua pihak dan dituangkan dalam suatu perjanjian tertulis (akad). Akad yang umum digunakan adalah akad mudharabah.

Keputusan Komite Syariah Nasional MUI No. 115/DSN-MUI/IX/2017 mengatur pelaksanaan akad mudharabah di Indonesia. Adapun kerjasama dengan akad mudharabah harus dipenuhi rukun dan syarat tertentu. Ini penjelasannya:

Rukun Mudharabah

Aktor yang ditandatangani. Setidaknya harus ada dua pihak, pemilik dana atau investor (shahibul maal) dan pengelola usaha (mudharib), yang memiliki pengalaman dan kemampuan di bidang usaha yang digelutinya.

objek kontrak. Ada usaha (dharabah) yang jelas, tidak mengandung unsur haram, dan dapat memberikan manfaat (ribh) dan ketersediaan modal (maal) berupa uang sesuai kesepakatan.

Kata-kata atau desahan. Ini adalah perbuatan mengucapkan ijab (penawaran) dan qabul (penerimaan) dalam bentuk kesepakatan kerja sama antara kedua belah pihak.

Syarat Mudharabah

Kedua belah pihak memiliki pemahaman dan kemampuan hukum yang sama. Jumlah modal dalam mata uang yang diserahkan kepada mudharib harus jelas, bukan berupa utang kepada pengelola.

Pada saat penandatanganan akad, menurut kesepakatan kedua belah pihak, nisbah bagi hasil dari usaha yang dilakukan harus jelas secara tertulis. Dalam hal terjadi kerugian usaha yang bukan karena kesalahan pengelola usaha, maka kerugian tersebut menjadi tanggungan penanam modal sesuai dengan nilai nominal penyertaan.

Nah, setelah memahami rukun dan syaratnya, akad mudharabah setidaknya memiliki tiga prinsip pembiayaan, yaitu mudharabah mutlaqah, mudharabah muqayyadah dan mudharabah musytarakah.

Mudharabah Mutlaqah

Dalam akad mudharabah mutlaqah, pengelola usaha (mudharib) diberikan kewenangan penuh mengenai jenis usaha yang akan dijalankan. Oleh karena itu, akad mudharabah mutlaqah jenis ini biasa disebut juga dengan akad kooperatif atau akad tidak mengikat. Selama usaha yang dilakukan itu legal dan memungkinkan untuk memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak.

Mudharabah Muqayyadah

Mengenai kontrak muqayyadah, shahibul maal (investor) menentukan jenis bisnis apa yang akan dijalankan oleh pengelola dana, yang bertindak sebagai perantara atau pihak ketiga. Nantinya investor akan memberikan syarat yang perlu dilakukan oleh pengelola dana. Di sini, pengelola dana menerima komisi untuk menggabungkan shahibul maal dengan mudharib.

Dalam hal ini, tugas pengelola dana sebagai pihak ketiga adalah mengatur proporsi dan distribusi keuntungan serta risiko kerugian yang mungkin timbul.

Mudharabah Musytarakah

Akad mudharabah musytarakah sebenarnya sangat mirip dengan muqayyadah. Pengelola dana bertindak sebagai perantara dan menggunakan dana dari shohibul maal untuk memberikan dana kepada mudharib.

 

Oleh karena itu, dalam akad mudharabah musytarakah, pengelola dana adalah mudharib dan musytarik (investor). Pada saat yang sama, pemilik dana adalah shahibul maal. Namun apabila usaha yang dijalankan oleh pengelola usaha mengalami kerugian, pengelola dana atau pihak ketiga yang menanggungnya. Keuntungan yang diperoleh akan dibagikan sesuai kesepakatan proporsional masing-masing shahibul maal.

Contoh penerapan akad mudharabah musytarakah adalah produk asuransi syariah. Perusahaan menggunakan akad mudharabah untuk mengelola dana yang dikumpulkan dari shahibul maal untuk penyimpanan atau investasi. Dalam rangka meningkatkan dana investasi, perusahaan asuransi juga memberikan kontribusi tambahan modal.

Source : https://kangsantri.id/

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *